Cak Nun : "Hina Kalau Saya Keistana"
SYWORD - Siapa sih yang tidak kenal Emha Ainun Najib atau lebih dikenal dengan sebutan Cak Nun. Tokoh agama dan budayawan.
Cak Nun adalah tokoh yang sangat memotivasi, tindak tanduk yang sopan dan perkataan yang halus membuat beliau dicintai oleh masyarakat luas.
Beberapa hari lalu perkataan Cak Nun di salah satu stasiun Tv viral. Pada acara Mata Najwa yang saat itu mengangkat tema "Cak Nun antara antara KPK dan Terror".
Pada acara tersebut Cak Nun menanggapi tentang kasus yang menimpa Novel Baswedan dan berbicara bahwa ia konsisten berbuat sesuatu sampai puluhan tahun.
"Saya melakukan segala sesuatu tidak pernah sehari. Kalau saya melakukan A, saya lakukan sampai sekarang umur 60. Sampai sekarang kalau saya bilang 'hei, saya tidak bisa dipanggil presiden, saya yang berhak memanggil presiden, karena aku rakyat'. Itu saya lakukan, dan saya tidak pernah mau dipanggil ke Istana, dan saya tidak bangga sama sekali. Hina kalau saya ke Istana," ujar Cak Nun saat itu.
Sebenarnya tidak ada yang aneh dari perkataan Cak Nun. Perkataan Cak Nun itu sering sekali tidak bisa dimaknai dengan hanya berpikir sejenak. Banyak sekali makna tersirat dari perkataan-perkataan Cak Nun.
Caknun adalah Tokoh budayawan yang selalu menebar kebaikan tanpa provokasi. Jadi untuk yang mendengar ucapan Cak Nun jangan lantas berasumsi bahwa Cak Nun tidak sopan, karena yang tidak sopan itu adalah yang terang-terangan menghina Presiden atau mengancamnya.
Minggu, 12 Mei 2019 Cak Nun angkat bicara perihal kata-katanya yang viral.
"Wong saya nggak punya fungsi apa-apa, nggak punya pengaruh apa-apa, cuma itu. Ngapain juga ribut tentang saya, seolah-olah saya ini penting?" Ujar Cak Nun saat dihubungi wartawan.
Bisa dilihat dari ucapan Cak Nun di atas, memang Cak Nun itu orang yang tidak bisa ditebak, tidak mudah terpengaruh dengan hal yang memacu perpecahan.
Kebanyakan memang orang terlalu membesar-besarkan masalah. Siapa saja berhak kok menolak undangan Presiden, toh Presiden juga manusia.
Kita masyarakat biasa, bisa juga punya kepentingan-kepentingan lain yang kadang tak terduga, jadi wajar kalau tidak bisa hadir saat diundang.
Sekian, semoga informasi ini bisa bermanfaat dan menjadi motovasi kita semua
0 Response to "Cak Nun : "Hina Kalau Saya Keistana" "
Post a Comment